Diserang Tawong Gung di Waduk Sermo, Lima Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Lima orang warga dilarikan ke RSUD Wates setelah disengat gerombolan Tawon Gung di atas bendungan Waduk Sermo, Kokap, Rabu (14/2/2018).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30.

Tidak diketahui persis bagaimana kejadian itu berawal.

Namun, menurut pengakuan korban, gerombolan tawon yang berdaya sengat cukup kuat itu tiba-tiba saja datang lalu mengamuk dan menyengat warga yang tengah berada di sekitar bendungan tersebut.

Di antara para korban yakni bapak dan anak asal Sedayu, Tukiran (60) dan Novita Kumala Jati (22).

Keduanya semula hendak berburu durian di Kokap dan melintas lewat bendungan waduk tersebut.

Namun, mereka sedang bernasib sial.

Gerombolan tawon itu tiba-tiba saja menyerang keduanya.

Saking ganasnya serangan tawon, Tukiran sampai nekat menceburkan diri ke waduk untuk menghindari lebih banyak sengatan yang menyakitkan itu.

“Anak saya minta berhenti sebentar di atas bendungan untuk berfoto. Tiba-tiba banyak tawon menyerang dan saya berteriak minta tolong. Akhirnya saya nyebur ke waduk,” kata Tukiran, ditemui di RSUD Wates.

Selama sekitar 10 menit Tukiran berada di dalam air sembari menahan rasa perih dan panas yang menjalar di tubuhnya akibat sengatan tawon.

Ketika perlahan gerombolan tawon itu menghilang, Tukiran dan anaknya ditolong warga lain dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Tukiran menyebut tawon menyengat bagian wajah, kaki, dan tangannya hingga membengkak.

Bahkan, beberapa ekor tawon masih terlihat menempel di badannya saat sampai di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Sedangkan anaknya mendapat dua sengatan di bagian paha dan rahang karena sempat menjauh dari serangan gerombolan tawon itu.

Meski Novita saat itu mengenakan celana denim, sengatan tawon ternyata mampu menembusnya.

“Masih agak sakit kalau membuka mulut terlalu lebar. Tadi ada beberapa pengunjung waduk yang kena sengat juga,” kata Novita.

Kondisi Novita dan ayahnya mulai membaik setelah mendapat suntikan dari dokter.

Keduanya serta seorang korban lain bahkan diperbolehkan pulang hari itu juga.

Sedangkan dua korban lain hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Wates.

Dokter Jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wates, Oky Ardian menyebut dua pasien tersebut masih harus menjalani observasi atas kondisinya.

Adapun penanganan yang dilakukan kepada kelima korban sementara ini adalah dengan mencari bekas sengatan untuk dibersihkan.

Korban juga diberikan suntikan pengurang rasa nyeri dan anti alergi. Secara umum, kondisi pasien cukup bagus dan mulai membaik.

Iklan

SKE Hadirkan Menu Nasi Goreng Salak

Manajemen Sindu Kusuma Edupark (SKE) melakukan kunjungan ke Kantor Tribun Jogja, Rabu (6/9/2017).

Dalam kesempatan tersebut, mereka mengenalkan konsep baru yang akan diusung yakni Jogja Festival Resto and Fun Cafe yang berada di Kawasan Wisata Sindu Kusuma Edupark.

Tidak hanya menyuguhkan tempat baru, namun menu yang diusung di resto tersebut pun menyajikan hidangan yang spesial dan khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami memiliki menu andalan yakni Nasi Goreng Salak,” ujar Food and Beverage Manager, Denmas Lulut.

Lulut menambahkan salak dipilih karena merupakan buah khas yang banyak ditanam di daerah DIY, khususnya di Sleman.

Selain itu ada banyak manfaat dari salak, salah satunya adalah mengatasi asam urat.

“Kalau di Malang (Agro Kusuma) yang terkenal adalah Nasi Goreng Apel. Nanti saat grand opening kami sajikan keduanya, Nasi Goreng Apel dan Nasi Goreng Salak,” tambahnya.

Rencananya, Grand Opening akan digelar 15 September 2017 mendatang.

“Akhir tahun ini kami akan membuat taman bunga di atas lahan seluas 1 hektare. Nanti pemandangan itu bisa dinikmati melalui Resto,” pungkasnya.(*)

Tempat Wisata Lhokseumawe Diminta Sediakan Mushala

Dalam rangka mengusung konsep wisata halal di Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh, pemkot meminta semua tempat atau usaha wisata menyediakan sarana ibadah.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe Zulkifli melalui Kabid Pariwisata Usfah Herlianda di Lhokseumawe, Jumat (17/3), mengatakan semua tempat yang menunjang usaha kepariwisataan di wilayah Kota Lhokseumawe harus menyediakan mushala dan sejenisnya.

Sejumlah tempat usaha yang menunjang kepariwisataan dimaksud antara lain, hotel, penginapan, restoran dan tempat usaha kuliner. Selain itu, pengelola lokasi wisata juga harus menyediakan tempat beribadah seperti mushala.

Usfah menambahkan pengelola tempat wisata dan juga pemilik hotel serta penginapan diminta tidak hanya menyediakan mushala, akan tetapi menyediakan juga sarana pendukung seperti tempat berwudhu serta peralatan shalat bagi wanita.

“Kepada pemilik hotel serta usaha penginapan dan juga pengelola lokasi wisata, supaya nantinya menyediakan sarana ibadah seperti mushala ditempatnya tersebut. Hal ini, merupakan salah satu upaya menghadirkan konsep wisata halal dan islami di Kota Lhokseumawe,” ucapnya.

Selain tersedianya sarana dan prasarana ibadah di lokasi wisata dan di tempat usaha penunjang pariwisata di wilayah Kota Lhokseumawe, juga akan dilakukan pembinaan bagi pengelola usaha kuliner.

“Kepada pengelola usaha kuliner juga akan dibina, baik kualitas makanan dan juga higienitasnyas ehingga aman dan nyaman saat dinikmati serta akan dilakukan kompetisi terhadap lokasi kuliner yang bersih. Hal ini ini untuk memberikan motivasi terhadap peningkatan kualitas usaha,” kata Usfah.